Minggu, 11 Januari 2009

Rehat untuk Refresh Ilmu


Kisah Si Penebang Pohon"Kan Shu De Gu Shi" Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon. Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, "Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu."

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. "Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawab kan hasil kerjaku kepada majikan?" pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa.

Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, "Kapan terakhir kamu mengasah kapak?" "Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga," kata si penebang. "Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa.

Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apa pun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!" perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak. "Xiu Xi Bu Shi Zou Deng Yu Chang De Lu"Istirahat bukan berarti berhenti."Er Shi Yao Zou Geng Chang De Lu"Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi.

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat/rehat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru!

36 komentar:

Eivengusky mengatakan...

Iya betul banget mba.. Kita tiap hari seperti terjebak rutinitas dan lupa hal lainnya.. kalau sy pribadi kadang kalau sudah sibuk2 lupa segala macam sampai akhirnya terganggu kesehatan hehe

Eivengusky mengatakan...

Ohiya mba makasih sudah mau singgah dirumah sy.. salam kenal juga mba zie dari sy :)

mama hilda mengatakan...

numpang istirahat ya zie...kalo saya mah, kalo belum anak2 tidur dua-dua ngga ada istirahat deh..hehe, kalo pada bobo siang mamanya baru deh sempat ngenet...hehehe
nice post zie...
udah daftar adsense nya..?

mencobahidup mengatakan...

Asalamualaikum mbak,Saya setuju.Dunia selalu berubah, keluarlah dari area aman kita (takut perubahan)untuk menuntut ilmu

iam mengatakan...

makanya dibuatlah malam..untuk beristirahat dan muhasabah..

Nyante Aza Lae mengatakan...

makanya..nyante aza lae...eh ito..
gak usah berat-berat amat...xixixixx

Erik mengatakan...

Setuju zie, memang perlu kita luangkan waktu untuk bertausiah dan bermuhasabah

Seno mengatakan...

Maaf lama g mampir, agak sibuk di darat.

Tentang mengasah kampak, saya jadi teringat sama pepatah, "Jika saya diberi waktu 10 jam untuk menebang sebuah pohon, maka waktu yang 8 jam akan saya gunakan untuk mengasah kampak".

Sesekali kita memang harus keluar dari rutinitas keseharian kita, ternyata kalau kita keluar dari sana, masih sangat banyak yang harus di pelajari. Setuju bahwa istirahat bukanlah berhenti, tapi istirahat adalah untuk mempersiapkan perjalanan yang lebih jauh.

Matur Thank kyu atas artikelnya. Salam.

Ayik dan Ernut mengatakan...

tidak hanya ilmu dan ketrampilan ya yg harus diasah, iman juga..kaluk lupa tau2 udah tumpul deh!

Jahid KLW mengatakan...

iYA...MEMANG MANUSIA..KADANG EMOSI DIDAHULUKAN TANPA MENGUKUR KESEIMBANGAN DALAM BEKERJA.... SEORANG AKTIVIS YANG TANPA PERNAH BACA BERITA...JADI KADANG LUCU JUGA AKTIVITASNYA.... KETINGGALAN KERETA..
TAPI JUGA JANGAN TERLALU ASYIK DENGAN MENGASAH MELULU TANPA BEKERJA... SEMUA HARUS SEIMBANG... BAYANGKAN SAJA KALAU AKTIVITASW PENEBANG POHON BERUBAH KEGIATAN SETIAP HARI MENGASAH KAPAK BER JAM-JAM..KAPAN NEBANGNYA....
TAPI MAKASIH Ziezie ATAS SARAN YANG BAIK DALAM POSTING Ziezie

suryaden mengatakan...

betul-betul saya setuju, mesin aja kalo gak pake dirawat lama-lama rusak, kalo nggak digunakan juga lama-lama karatan...

nA mengatakan...

Ya ibarat kita yg kadang gak sadar tlalu enjoy di zona aman kita.. Padahal rasa enjoy itu bisa jadi bumerang, kalow gak dibarengi dgn pngembangan diri...

Salam kenal zie..

Milla Widia N mengatakan...

nice posting, kadang terlalu sibuk dengan diri-sendiri, atau terlalu sibuk sama sesuatu membuat kita melupakan hal2 kecil yg semestinya dapat mempermudah pekerjaan kita

Lyla mengatakan...

iya mbak... aku juga raanya pengin rehat.... dah terlalu byk kerjaan hehe...

My Journey mengatakan...

maap mbak baru sempat mampir IM2 lagi ngadat... jadi pengin rehat juga... biar otak fresh

nirmana mengatakan...

cerita yang inspiratif, nice post!!!
eniwei, script bannernya saya modif untuk anda : , ambil di sini:
http://tipografis.blogspot.com/2008/09/jam-di-blogspot.html

Kristina Dian Safitry mengatakan...

tul sekali,hal yg terpenting untuk nyikapinya ya pandai pandai ngatur waktu.

Ifoel mengatakan...

benar juga ya..??
thx sudah mengingatkan...
mantap....

ATCA mengatakan...

setuju mba..
memang hidup harus seimbang yahhh
harus ada kerja dan istirahat,
mudah2an aku juga bisa he..he..
nice post. sist..

Brigadista mengatakan...

Waaahh bentul seklaii,..jadi maluu,... dari kemareen didepan kompiiii teruss,...ampe lupa kalo banjir dah selutut,...he e heee

"budhe Fakhrun Musriati" mengatakan...

Wah... iya nich Mba' Zie..makasih dah diingatkan untuk memperbaiki onderdil dalam hati serta menambah wawasan mempertajam kepedulian diri dan slalu semangat pantang menyerah... okay... mo' bljar dulu ah...

indra putu achyar mengatakan...

heeeeem iyak juga kay...
ya ya ya ya ya kadang kita sering melupakan sisi lain

Erik mengatakan...

Istirahat sejenak, untuk mempersiapkan bekal melanjutkan perjalanan kembali

Senoaji mengatakan...

istirahat sangat dibutuhkan, walopun ditengah padatnya rutinitas hidup.

tabiek
senoaji

nita mengatakan...

bener zee. ada saatnya kita harus berhenti menghirup wangi bunga dan mendengar kicau burung

hidup adl soal keseimbangan

xitalho mengatakan...

Postingan mantabs yang penuh dengan inspirasi... mengingatkan kita akan hal yg kadang dilupakan orang. Surut sejenak untuk charging.

suwung mengatakan...

intinya istirahat tho


woooo
kalo diriku kebanyakan istirahat ngak kerja kerja... gimana ini?

My Journey mengatakan...

wah... saatnya saya istirahat mbak... udah pusing nih...lagi byk pikiran juga

"budhe Fakhrun Musriati" mengatakan...

Mengistirahatkan otak dulu ah..mo' bobo' he..makasih yach..

mencobahidup mengatakan...

Perasaan saya gak belum ngasih mbak PR. Tapi ini ada pr buat mbak 22x+3y=12xy.5z
Carilah nilai z

Dhe mengatakan...

Iya Ya!!

Kerennya cerita ini, jadi merindin...terngat diri sendiri, ngerasa, dah setahun lebih ga pernah ngasah kapak dhe sendiri...

Witha mengatakan...

memang kadang kita terjebak dgn rutinitas, sampe2 lupa meningkatkan kemampuan diri, padahal Allah telah memberikan kita potensi yg luar biasa besar.

Yudhi Gejali, dr. mengatakan...

Halo salam kenal..
memang benar..
karena kesibukanm sering kita lupa untuk mempertajam diri sendiri.

NuG@ mengatakan...

Good motivation's story
Salam kenal

arkaanza mengatakan...

setuju,emang harus begitu justru dari celah itulah kita bisa punya kekuatan baru bahkan mungkin hasil baru yang lebih besar

awan_clickerz mengatakan...

Hmm....
makasih nih artikelnya bguna bgt,
aku langsung ambil asahan..hehe..(buku, informasi dsb)...

semoga sehat selalu)

Yup !

-

...