Rabu, 04 Juni 2008

sudah ADIL kah aku?


Sudah sejak hari jumat sampai hari selasa ini bener-bener fullday activity sehingga hampir-hampir tanganku tak punya kesempatan diwaktu luangku untuk menggoreskan curahan hatiku.

Waktu luangku sudah diminta porsinya secara penuh untuk mengobati lelahku. Lelah ragaku meminta porsinya untuk memejamkan mata sehinga ia bisa merelakskan sendi-sendi dan ototku. Lelah pikir dan hatiku meminta porsinya untuk service kepada Yang Maha Kuasa atas pikiranku dan Yang Maha Mombolak-balikan hatiku. Yah walau porsi untuk pikir dan hatiku lebih sedikit karena aneka permakluman yang aku berikan untuk lelah ragaku seakan-akan raga ini tak mampu membawa pikir dan hatiku jika tidak aku beri porsi yang cukup.

Padahal dalam realitanya sebanyak apapun raga ini kuberikan porsi waktu luangku, tetap saja dia tidak cukup bisa membantu untuk mengobati lelah pikir dan hatiku justru ragaku akan terus meminta porsi lebih dari yang aku berikan. "istirahatku masih kurang, aku masih lelah, aku masih mengantuk" kata ragaku. Lain halnya dengan lelah hati dan pikirku dia selalu mengalah "ya sudahlah ga pa pa tidur lagi aja kan waktu sholatnya masih panjang, ga pa pa kan masih ada nanti untuk membaca".

Padahal aku sangat sadar kalau aku mau memberikan porsi yang balance dan proporsional saja, antara lelah raga, pikir dan hatiku ga usah lebih pasti semua akan merasa mendapatkan yang adil dan cukup.

Jikalau saja aku mau memberikan porsi yang sama setidaknya dari waktu yang telah Alloh berikan kepada CiptaanNya yaitu 24 jam dikurangi kerja 10 jam (41.67%) sisa 14 jam. Dari 14 jam sisanya aku berikan 5 jam untuk lelah ragaku (20.83% - untuk tidur), 5 jam untuk lelah hatiku (20.83%) dan 4 jam untuk lelah pikirku (16.67%) aku rasa akan lebih baik.

Jika porsi yang sudah kuberikan ke hatiku yang hanya sedikit itu benar-benar aku manage secara disiplin dengan sholat tepat waktu, menyempatkan tadarus AlQuran dan memahami terjemahannya walau hanya kulakukan di ba'da dua sholatku, pasti akan banyak memberikan muatan positif ke raga dan pikirku ibarat diri ini selesai dicharge oleh Yang Maha Pencipta raga, hati dan pikir. Tapi kok ya susah banget ya realitanya tidak semudah saat dituliskan seperti ini, Astaghfirulloh.

Begitu juga dengan pikirku walau tetap saja ga proporsional untuk lelah pikirku yang lebih sedikit porsinya dari yang lainnya tetapi aku punya alasan. Karena pikirku sudah kuberikan porsi yang banyak dalam pekerjaanku jadi kalaupun dia kuberi porsi lagi yah hanya untuk menambah ilmu selain pekerjaanku seperti ilmu mengajak tanganku untuk menggoreskan isi hatiku, menambah ilmu untuk hatiku dengan membaca pembangkit akhlak diri dan tips-tips kesehatan untuk ragaku.

Tapi ini barulah harapanku saja yang belum mampu ku aplikasikan ke realita hidupku. Masih saja diri ini sering tidak adil terhadap semua anugerah diri yang telah Alloh berikan ini. Masih sering diri ini meminta lebih untuk tidurku, masih saja diri ini enggan untuk sholat tepat waktu yang akhirnya menunda porsi yang lainnya bahkan hasil dari charge lelah hatiku hampir-hampir tidak memberi energi positif ke raga dan pikirku karena aku lakukan seenaknya diriku dan masih saja diri ini enggan menambah ilmu karena alasan mengantuk dan ilmu itu tidak terlalu perlu lagi bagiku toh apa-apa yang layak bagi kebutuhan manusia sudah aku dapatkan pekerjaan, gaji yang cukup dan ilmu di pekerjaanku. Lalu aku lupa bahwa sesungguhnya Ilmu Alloh itu sangat luas, ilmu diri ini hanyalah bagaikan air yang ada dijari setelah aku celupkan diluasan yang luas alias ga ada apa-apanya.

Tapi aku yakin selama Alloh masih menempatkan ruh dalan raga ini pasti kesempatan untuk terus memperbaiki diri selalu ada. Tapi masalahnya adalah tinggal berapa lama lagi hanyalah Alloh yang Maha Tahu. Aku hanya bisa berusaha untuk terus melakukan dan memberikan yang terbaik untuk raga, pikir dan hatiku sesuai dengan Tuntunan Yang Maha Pencipta diri ini walau masih sebatas kemampuanku.

Aku sangat sadar waktu jam hidupku diputar terus maju tidak mungkin untuk dikembalikan ke waktu yang aku mau. Aku hanya mampu menoleh kebelakang untuk mengenangnya saja apa yang sudah aku lakukan diwaktu yang telah lewat tadi bahkan untuk menghapusnya pun aku tak mampu. Yang Maha Kuasa atas waktu hanya memberikan aku kesempatan untuk melakukan hal-hal baru yang baik yang akan bisa menyebabkan Dia mengampuni kesalahanku dimasa lalu, sementara waktu ini terus maju tidak perduli padaku yang cepat atau lambat pasti akan sampai pada batas dimana diri ini telah kehabisan kesempatan lagi.

Ya Alloh hamba adalah makhluk yang lemah dan lalai karena itu hamba mohon senantiasa sinarilah hati ini dengan Hidayah dan Petunjukmu sehingga disaatnya tiba nanti aku untuk menghadap-Mu diri ini telah siap untuk memberikan kesaksian yang baik karena ketaatanku kepada-Mu, Amin.

Tidak ada komentar:

-

...