Jumat, 30 Mei 2008

Maafkan anakmu ini

Siang itu 29 Mei 2008, tiba-tiba ada bunyi "cling-cling" eh ada sms mengagetkanku yang lagi sedikit serius ketik dan melototin dokumen itu. Aku raih hpku dan kubuka "dek telp kakak sekarang ya penting ada informasi untuk adekmu" bunyinya sms itu yang tak lain adalah dari kakak angkatku. Aku telphonlah dia, aku to the point aja "ada informasi kerja apa dan bagaimana prosedurnya kak?". Beliau pun menjelaskan contact personnya, lowongannya, alamatnya dan tidak lupa pesannya bahwa maksimal applikasinya harus sampai besok. Tapi aku tawar karena besok jumat, biasanya jasa pengiriman itu sabtu kan libur walau dikirim kilat tetep aja sampainya senin. Kemudian kakak itupun berusaha mengkonfirmasi kepada contact personnya, dan alhamdulillah diijinkan "tapi paling telat senin ya" katanya memastikan ke aku. Dan masih ada satu pesan lagi yang harus kuperhatikan bahwa aku harus bisa meyakinkan kalau memang adeku mau menerima lowongan itu ya harus bener-bener mau karena tempatnya diluar jawa.

Setelah aku rasa cukup lengkap informasinya langsung saja aku telphon adeku, kujelaskan semua. Adek prinsipnya senang dan mau ambil lowongan itu karena adek termotivasi untuk cari pengalaman walau lowongan itu sangat tidak sesuai dengan basic ilmunya. Tapi saranku "ga masalah dek kalau kesempatan itu datang ke kita kenapa musti kita tolak kali memang rizki kita begitu caranya, toh mba sebelum permanen kerja dijawa juga sempet menclok ke luar jawa dulu, ga pa pa lah anggap aja jalan-jalan dibayar". Adek pun makin mantap, tapi apa yang terjadi setelah itu ternyata PaeMae mendengar percakapan kami.

Serta merta PaeMae melarang adek "gimana ya nduk masa anak sedikit harus jauh-jauh nyari kerjanya?". Saat adeku mengkonfirmasi hal itu padaku aku sempet kesel dibuatnya, akhirnya akupun berusaha melobi dengan berbagai alasan tapi ga berhasil tetap saja PaeMae melarang. aku merasa seolah-olah PaeMae menghalangi kebebasan kami untuk berkarya karena hal itu juga pernah dilakukan padaku walau akhirnya aku berhasil untuk lepas juga dan akhirnya aku tetap pergi ke luar jawa dua tahun yang lalu.

Tapi subhanalloh sms adeku "ga pa pa kok mba, adek akan tetap menuruti keinginan PaeMae untuk tetap nyari kerja dijawa, restu ortu kan Ridho Alloh mba, suatu saat nanti Alloh pasti akan memberiku rizki dengan pekerjaan yang sesuai keinginan PaeMae". Jadi malu aku dibuatnya, subhanalloh aku jadi sadar ternyata aku yang sudah merasa dewasa darinya tidak bisa sebijak itu mensikapi kondisi yang ada. Mungkin kalau aku dalam kondisi adek yang sudah nyari kerja kesana-kemari dan sudah tak terhitung juga kirim aplikasi tapi belum juga ada kerjaan yang tepat pasti aku akan sangat kesel kalau PaeMae melarang aku kerja diluar jawa yang aku mau dan kemungkinan diterima lebih besar.

Malamnya aku renungkan sms adek, apa mungkin hatiku sudah banyak terkotori debu prasangka sehingga tidak bisa lagi jernih mengaliri maksud yang tersirat dalam larangan PaeMae tadi. Aku mencoba menyelami maksud PaeMae itu. Lama aku mencoba memikirkan dalam-dalam dengan mendesak keluar kesal di dada ini. Alhamdulillah datanglah angin segar yang dikirim Alloh untuk menyadarkanku "itulah kasih sayang orang tua, tidak sampai hati mereka melepas kita untuk bersusah payah ditempat nun jauh disana, bahkan mereka enggan memikirkan bagaimana ya anaku disana nanti karena itu akan makin menyesakkan hati."

Meneteslah airmata dipipi ini semakin menambah syahdunya malam itu. "Ya Alloh ampunilah hamba yang telah berprasangka buruk terhadap orang tua hamba, bukalah hati PaeMaeku untuk membukakan pintu maaf buatku". Padahal tanpa aku minta pun aku yakin PaeMae sudah memaafkan aku jauh-jauh hari.

"Maafkan anakmu ini yang telah banyak membuat titik luka dihatimu, bagaimanapun dewasanya diri ini aku tetaplah anakmu yang selalu membutuhkan untaian indah leraianmu agar aku tidak menjauh darimu, yang selalu rindu belaian tanganmu yang mungkin sekarang sudah tidak lembut kurasakan karena keriput ditangan itu tapi tetaplah itu belaian hangat yang tak tergantikan, aku rindu tatapan sejuk matamu walau pipimu sudah kempot karena kelelahan yang menderaimu demi memperjuangkan kami anak-anakmu tapi tetaplah itu adalah tatapan terindah yang kami belum ingin Alloh mengambilnya dari kami."

"Ya Alloh, ijinkan hamba dan adek hamba untuk selalu bisa membuat bahagia hati PaeMae kami, karena mungkin hanya itu yang bisa kami lakukan, karena kami yakin kami ga akan setitikpun mampu membalas semua cinta kasih suci nan tulus PaeMae. Sadarkan kami untuk segera meminta maaf dan menghentikan tingkah kami yang akan menyakiti hati mereka agar rasa sakit itu tidak terlanjur memperburuk sakit PaeMae karena beratnya beban yang telah ditanggung sejak kami Engkau ciptakan hingga saat ini."

"Berikanlah Petunjuk dan HidayahMu selalu kepada PaeMae dan kami sehingga cinta kasih yang mengikat hati kami adalah karenaMu semata ya Alloh."

"Ampunilah dosa PaeMae dan sayangilah PaeMae seperti kasih sayang mereka selama ini kepada kami."

"Jadikanlah kami keluarga tidak hanya didunia ini tapi juga disyurgamu kelak ya Alloh, berkumpul bersama dengan hamba-hamba yang Engkau dan Rasul-Mu cintai."

"Robbanaa atina fiddunyakhasanah wafilakhirotikhasanah wakina'adzabannar. Amin ya Robbal'Alamin".

Tidak ada komentar:

-

...