Senin, 26 Mei 2008

Sobat apalah jadinya aku kalau kamu pergi

Malam ini pengen rasanya aku mencurahkan isi hatiku kepada "sohibku" yang aku sangat dekat sekali dengannya. Aku sudah sangat kangen sekali dengan sohibku ini maklum lah sudah sangat lama rasanya kita tidak bersua. Sebenarnya dia sudah sering menyapaku tapi sering pula aku menjawab sapaanya dengan jawaban biasa aja karena aku terlalu disibukkan oleh rutinitas pekerjaanku. Karena itu dikesempatan kali ini mumpung kangenku sedang menggebu-gebu, aku mau membayar "kecuekanku" selama ini dengannya karena aku ga mau dia meninggalkanku.

"Sobat ijinkan aku mencurahkan semua isi hatiku kepadamu dan aku mohon juga petuah darimu yang rasanya sudah terlalu lama tidak aku hiraukan".

Akupun memulai episode ceritaku, " Sobat, kamu tahu apa yang aku rasakan saat ini?", Dia melihat wajahku dengan seksama, "Iya, aku bisa merasakannya lebih dalam dari apa yang kamu rasakan" jawabnya. "Aku sangat senang atas apa yang Alloh telah anugerahkan kepadaku selama ini, nikmat pekerjaan, nikmat kasih sayang orang tua dan saudara, nikmat teman, nikmat ilmu dan lain-lainnya". "Tapi kamu tidak merasakan nikmatnya ketenangan batinmu kan?" sanggahnya disela-sela ceritaku. "Iya kamu benar sobat, rasanya ada yang hilang dari diriku yaitu sesuatu yang telah aku miliki dimasa lampau, tapi aku tidak tahu apakah itu? bisakah kamu membantuku?". "Aku akan membantumu untuk menemukan sesuatu yang hilang itu, tapi kamu harus berjanji padaku" jawabnya dengan tegas. "Apa - apa itu katakanlah, pleaasseee..?" pintaku dengan permohonan yang amat sangat. "mudah.." katanya. "Ayolah sobat, jangan lama-lama katakan!" pintaku kembali. "Kamu harus berjanji mau kembali menjadi sobatku, jangan pernah kamu cuekin apalagi kamu tinggalkan aku". Dia pun menawarkan janji itu. "Baiklah kamu menang, aku akan berusaha untuk tidak cuek apalagi meninggalkanmu, tapi bolehkah aku menawar tawaranmu?" aku mencoba untuk meminta keringanan darinya karena aku takut tidak bisa memenuhi janjiku. "hmmm sebenarnya ga boleh..!" jawabnya "tapi aku kan manusia biasa yang pasti bisa lupa suatu saat nanti" aku meminta permakluman darinya. "Baiklah katakan!..dasar kamu suka banyak alasan deh" jawabnya agak sedikit kesel."suatu saat kalau aku lupa dengan janjiku ingetin aku ya kalau perlu marahin aku" pintaku. "oh kirain apa..tanpa kamu minta pun pasti aku lakukan" jawabnya dengan aura kemenangan.

Baiklah mari kita mulai petualangan pencarian kita. "sesuatu itu akan bisa kamu temukan dengan kamu mau menjawab dengan jujur pertanyaanku dan kamu mau menerima solusi dariku" sobatku mengajukan persyaratan selanjutnya. "baiklah..banyak amat sih syaratnya..tapi ok deh aku penuhi toh ini demi aku" jawabku dengan pasrah.

Sobatku : menyesalkah kamu karena selama ini tidak menghiraukan dan mulai meninggalkan aku?

jawabku : iya menyesal .. emang harus berapa kali sih aku jelasin

Sobatku : Ok kalau kamu menyesal berarti kamu sekarang sudah mau lagi mendengarkan dan mau melakukan apa-apa yang aku ingatkan untuk kamu?

jawabku : ya iyalah tadi kan sudah ku bilang aku rindu petuahmu

Sobatku : petuahku adalah maukah kamu mencintai apa-apa yang aku cintai?

jawabku : iya sobat aku mencintaimu seperti halnya aku mencintai diriku sendiri

Sobatku : aku mencintai waktu dan aku paling benci jika waktu itu tidak digunakan sebaik-baiknya. Waktu yang aku cintai adalah dimana kamu bisa membagi dengan benar waktu untuk Tuhanmu dan untuk kehidupanmu.

jawabku : hiks hiks .. iya sobat maafkan aku selama ini aku telah lalai menggunakan waktuku .. jika dihitung dalam sehari 24 jam rasa-rasanya waktu banyak aku habiskan untuk kehidupan duniaku.

Sobatku : aku tahu kamu telah berusaha memberikan waktu untuk Tuhanmu tapi itu tidak proporsional. Kamu bisa menghitung pembagian waktumu 24 jam - kerja 8 jam (kadang lebih bisa sampai 10 jam) - tidur 6 jam - (15 menit x 3 kali makan) - (15 menit x 3 kali mandi dan dandan) - 2 jam nonton tv - (1 jam x 2 kali masak dan beres2 rumah)- ngobrol ngalor ngidul sama temen (15 menit x bbrp kali ngobrol), sisanya mungkin tinggal beberapa jam bahkan menit saja yang itu memang tidak sangat cukup untuk kamu bisa menghadap Tuhanmu.

jawabku : iya sering disaat pagi hari aku harus memenuhi panggilan-Nya, sering aku enggan bahkan pura-pura tidak mendengar dengan alasan masih ngantuk karena kecapekan kerja kemaren, masih dingin lantas aku sembunyikan diriku dibalik selimut.

Sobatku : aku juga sering melihat kamu tergesa-gesa menghadap-Nya disiang hari karena kamu dikejar-kejar oleh "lunch" dan tidur siangmu.

jawabku : dan itu berlanjut sampai menjelang senja aku kembali tergesa-gesa menghadap-Nya karena tanggung sama kerjaanku

Sobatku : disaat senja mungkin agak lumayan kamu lebih bisa menghadapnya tepat waktu, tapi aku juga masih melihat ketidakseriusan kamu saat menghadap-Nya karena hari hampir malam, yang ada dipikiranmu "kamu sudah lapar dan harus segera pulang"

jawabku : disaat malam harusnya aku segera menghadapnya karena rutinitas pekerjaanku sudah meninggalkanku, tapi rupanya lelahku merayuku untuk menunda menghadap-Nya toh waktu yang diberikan untuk antrian menghadap-Nya masih panjang

Sobatku : Sobat...kamu sadar kan sekarang akan semua kelalaianmu itu?

Jawabku dengan penyesalan yang amat sangat : hiks hiks iya iya aku sadar ... aku telah menjauh dari Tuhan-Ku ... aku telah kehilangan Ruh Taatku pada-Nya ...

Sobatku : Ingat sobat " Alloh SWT tidak pernah meninggalkanmu tapi kamu yang meninggalkan-Nya "

Jawabku : hiks hiks hiks (tangisku makin keras saja) iya aku telah jauh dari-Nya aku telah lupa janjiku pada-Nya bahwa sholatku, hidup dan matiku untuk Alloh semata ... selama ini hidupku hanya untuk mengejar kepuasan dunia semata.

Sobatku : Baiklah sobat Alloh Maha Penyayang, Alloh Maha Pengampun ... mohonlah ampun padanya dan segera kamu raih kembali ruh taatmu itu ... kamu masih inget kan 3 M dari Aa Gym "Mulai dari yang kecil - Mulai dari diri sendiri - dan Mulai dari sekarang" aku rasa itu cara yang paling mudah untuk kamu lakukan.

jawabku : InsyaAlloh aku akan memotivasi diriku untuk bisa menjaga sholatku - yah setidaknya dimulai untuk tepat waktu

Sobatku : Mulailah dari sekarang jangan kamu tunda-tunda lagi jangan sampai kamu menyesal setelah ragamu tidak lagi bisa melakukan gerakan sholat disaat gerakan sholat sangat kamu rindukan karena saat itu kamu sudah tidak mampu lagi untuk bangun dan disaat waktu sholat itu sudah Alloh tutup karena kamu sudah menghadap pengadilan-Nya.

jawabku : mungkin untuk sholat khusyuk masih sulit bagiku

Sobatku : ga pa pa sobat dengan kamu memulai disiplin untuk sholat tepat waktu setidaknya itu permulaan yang bagus untuk memperbaiki hubunganmu dengan Tuhan-mu. Setelah kamu bisa disiplin dengan sholatmu secara bertahap kamu mulai belajar untuk bisa khusyuk.

jawabku : untuk bisa khusyuk gimana caranya? rasanya sulit bagiku. Setiap aku mencobanya, tidak bertahan lama berdatanganlah tamu-tamu yang menggoda pikiranku ya pekerjaanku, perut laparku dan lain-lain lah

Sobatku : ya semua harus berproses sobat. Cara paling mudah awali saat kamu mau ambil air wudhu fokuskan pikiranmu kepada sholat bayangkan seperti fokusmu pada skripsi saat kamu mau ujian kompre bisa kan? Saat wudhu pun kamu fokus bahwa dengan air wudhu itu mohonlah kepada Alloh untuk membersihkan semua noda dan godaan syetan yang terkutuk dari seluruh tubuhmu. Dan saat sholat fokuskan pikiran dan hati bahwa kamu sedang ada dihadapan Tuhan-mu seperti saat kamu menghadap dosenmu begitu santun dan hormatnya.

jawabku : baiklah sobatku support aku terus ya... terima kasih kamu telah kembali menjadi sahabatku ... ingatkan aku selalu ya

sobatku adalah hati nuraniku sendiri dimana kalau hati ini yang merupakan tempat Hidayah dari Alloh aku tinggalkan dan bahkan aku kotori dengan semakin menjauhnya aku dari Alloh maka rusaklah semuanya, maka bahagia yang kuraih bahagia semu semata ... "ya Alloh janganlah Kau cabut Hidayah dari hatiku agar dia selalu bisa menemani dan mengingatkanku untuk selalu Cinta kepada-Mu dan Rasul-Mu, serta mencintai apa-apa yang Alloh dan Rasul-Nya cintai, amin."

Tidak ada komentar:

-

...