Kamis, 04 September 2008

Nikmat manakah yang kamu dustakan..episode pagi

ku buka mataku dengan malas
ku tarik nafas dalam-dalam sambil menggeliat
dan ku terbangun dari mati suriku semalam
subhanalloh alhamdulillah allohuakbar laailahaillalloh
aku masih hidup dengan nafas segar

aku bangkit dari ranjangku
kutapakkan kaki di lantai dan ku melangkah
subhanalloh alhamdulillah allohuakbar laailahaillalloh
aku masih sehat walafiat

ku beranjak mengambil air wudhu duh segarnya
ku kenakan mukena dan ku bersimpuh dihadapan-Mu
subhanalloh alhamdulillah allohuakbar laailahaillalloh
Engkau masih beri daku kesempatan tuk memohon dan bertobat pada-Mu

kubaca Firman-Mu dan kucoba sebisaku untuk khusyuk
kubaca terjemahnya dalam bahasaku
ku berharap dapat memahaminya untuk hidupku
subhanalloh alhamdulillah allohuakbar laailahaillalloh
Engkau masih beri daku petunjuk-Mu

ku menuju jendela dan membukanya
puncak gunung merbabu menyambutku dengan ramah seperti biasanya
semburat mentari mulai menyelinap masuk bertamu ke kamarku
dan kutarik nafas dalam-dalam lagi menikmati segarnya udara pagi
subhanalloh alhamdulillah allohuakbar laailahaillalloh
ku masih menikmati indahnya pagi ini (n_n)

4 komentar:

Syahrizki Rafi' Asy'ari mengatakan...

alhamdullilah.....ternyata puisinya dalam sekali aku jadi merenung sekarang...andaikan aku tak bangun lagi dari tidurku, sedangkan amalku kurang...jadi takut nih mba

Batur SASAK mengatakan...

AKhirnya kau masih hidup memberi makna insan hakiki..

koekoeh mengatakan...

Keren!

RaRa Wulan mengatakan...

kata2nya menyentuh buat aku mikir ...
kini aku sadari kalo bersyukur itu sangat penting banyak sekali nikmat ALLAH yang telah diberikan tapi knpa aku kurang bersyukur ..
Ampunilah aku YA ALLAH..
terimakasih iah mbak sudah menyadarkanku untuk lebih bersyukur lagi :D

-

...